
Banyak orang tua menganggap bahwa memberikan susu setiap hari sudah cukup untuk menunjang pertumbuhan anak secara optimal. Namun, berdasarkan Angka Kecukupan Gizi (AKG) dari Pemerintah Indonesia, pembentukan tulang yang kuat dan gigi yang sehat tidak hanya bergantung pada satu jenis nutrisi saja. Kalsium memang menjadi komponen utama, tetapi tanpa dukungan zat gizi lain yang bekerja bersama, penyerapannya tidak akan maksimal dan bisa saja terbuang percuma oleh tubuh.
Oleh karena itu, ada beberapa faktor penting yang perlu diperhatikan dalam menjaga kepadatan tulang anak, terutama dengan memanfaatkan sumber pangan lokal yang mudah ditemukan dan kaya manfaat, yaitu sebagai berikut:
1. Kombinasi Penting: Kalsium & Vitamin D
Kalsium yang berasal dari makanan lokal seperti ikan teri, tempe, dan berbagai kacang-kacangan sebenarnya membutuhkan “pendamping” agar bisa diserap optimal oleh tubuh, yaitu Vitamin D. Tanpa Vitamin D yang cukup, hanya sebagian kecil kalsium yang dapat dimanfaatkan, sehingga risiko tulang menjadi rapuh tetap ada meskipun konsumsi susu sudah tinggi.
Menurut anjuran Kementerian Kesehatan RI, Indonesia memiliki keunggulan sebagai negara tropis karena sinar matahari menjadi sumber Vitamin D yang mudah dan gratis. Paparan sinar matahari membantu tubuh memproduksi Vitamin D secara alami, yang berperan penting dalam menyalurkan kalsium ke tulang dan gigi.
Sebagai langkah sederhana, anak dapat diajak beraktivitas di luar ruangan seperti bermain atau bersepeda selama 10–15 menit di pagi hari, sekitar pukul 09.00–10.00. Selain membantu pembentukan Vitamin D, aktivitas fisik juga memberi rangsangan pada tulang agar tumbuh lebih kuat dan padat.
2. Magnesium: Penjaga Keseimbangan Mineral
Magnesium sering kali kurang diperhatikan, padahal perannya sangat penting dalam menjaga keseimbangan kalsium di dalam tubuh. Mineral ini membantu memastikan kalsium tetap tersimpan di tulang, bukan menumpuk di jaringan lain atau terbuang melalui urin. Selain itu, magnesium juga berfungsi mengaktifkan Vitamin D agar proses penyerapan mineral berjalan lebih maksimal.
Sumber magnesium mudah ditemukan dalam bahan makanan sehari-hari seperti kacang hijau, bayam, dan pisang. Menu sederhana seperti bubur kacang hijau atau sayur bayam bukan hanya sekadar variasi makanan, tetapi juga menjadi sumber nutrisi penting untuk mendukung pertumbuhan tulang anak agar lebih kuat dan tidak mudah cedera saat beraktivitas.
3. Waspadai “Perampok” Kalsium: Soda & Gula Berlebih
Upaya memberikan nutrisi yang baik bisa menjadi kurang efektif jika anak masih sering
mengonsumsi minuman bersoda atau tinggi gula. Kandungan fosfor yang tinggi dalam minuman tersebut dapat mengganggu keseimbangan kalsium dalam tubuh. Ketika fosfor terlalu dominan, tubuh akan mengambil cadangan kalsium dari tulang untuk menyeimbangkannya, yang justru berisiko membuat tulang menjadi rapuh.
Selain itu, Kemenkes RI juga menyarankan agar asupan gula pada anak tidak melebihi 50 gram atau sekitar 4 sendok makan per hari. Konsumsi gula berlebih tidak hanya berdampak pada kesehatan gigi, tetapi juga menghambat penyerapan nutrisi penting. Oleh karena itu, mengganti minuman manis dengan air putih atau jus buah tanpa tambahan gula merupakan pilihan yang lebih sehat untuk menjaga asupan nutrisi anak tetap optimal.