
PARENTHINGSOFFICIAL.COM – Stunting masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang perlu mendapat perhatian. Kondisi ini tidak hanya menyebabkan anak memiliki tinggi badan di bawah rata-rata usianya, tetapi juga dapat mempengaruhi tumbuh kembang dan kemampuan kognitif anak.
Bidan Puji Astuti menjelaskan bahwa pencegahan stunting sebenarnya dimulai jauh sebelum seorang perempuan hamil, yaitu sejak masa remaja.
“Harapannya remaja putri mendapatkan asupan makanan bergizi sehingga tidak mengalami anemia,” ujarnya saat ditemui di Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang, Rabu, (20/05/2026).
Menurut Puji, langkah pertama pencegahan stunting dengan pemberian tablet tambah darah kepada remaja putri melalui sekolah yang bekerja sama dengan puskesmas dan dinas kesehatan. Setelah itu, calon pengantin juga menjalani pemeriksaan kesehatan, termasuk pemeriksaan kadar hemoglobin (Hb), untuk memastikan kondisi tubuh siap menghadapi kehamilan.
“Kalau calon pengantinnya tidak anemia, saat hamil harapannya juga tidak terjadi anemia. Kalau ibu tidak anemia dan Hb-nya bagus, otomatis kesehatan ibu dan bayinya lebih terjaga,” tambahnya.
Puji menambahkan bahwa pemenuhan nutrisi selama kehamilan dan masa pertumbuhan anak menjadi faktor penting dalam mencegah stunting. Orang tua dianjurkan menerapkan pola makan sesuai pedoman “Isi Piringku”, memberikan ASI eksklusif, serta memperhatikan kebersihan dan pola tidur anak.
Ia juga mengingatkan bahwa bayi dengan berat badan lahir rendah atau lahir prematur perlu mendapatkan perhatian lebih karena berisiko mengalami gangguan pertumbuhan.
Sementara itu, Isnaeni, seorang ibu rumah tangga, mengaku awalnya memahami stunting hanya sebagai kondisi anak yang bertubuh pendek. Namun, ia menyadari bahwa dampaknya jauh lebih luas.
“Stunting itu kan kurang tinggi ya, jadi anak itu pendek. Tapi stunting itu bisa mempengaruhi tumbuh kembang anak sama kecerdasan otak, dan nutrisi yang dia makan,” ujarnya.
Untuk mencegah stunting, Isnaeni berusaha memenuhi kebutuhan gizi anak dengan memperbanyak konsumsi protein, sayur, dan buah. Ia juga mengurangi makanan yang mengandung bahan pengawet serta menjaga asupan vitamin selama masa kehamilan.