Pentingnya Pengawasan Orang Tua pada Pola Asuh Anak Usia Dini: Belajar dari Kasus Daycare Little Aresha di Yogyakarta

|

29 Views
Pentingnya Pengawasan Orang Tua pada Pola Asuh Anak Usia Dini (Azzuma Azra/Parenthings Official)

PARENTHINGSOFFICIAL.COM, MAGELANG – Kota Yogyakarta yang dikenal sebagai kota pendidikan dan lingkungan ramah anak tengah menjadi sorotan usai kasus dugaan kekerasan serta penelantaran anak oleh Daycare Little Aresha. Kasus ini terungkap saat penggerebekan Polresta Yogyakarta pada 24 April 2026. Daycare yang menerima anak usia 2 bulan hingga 8 tahun ini diduga melakukan pola pengasuhan  tidak layak terhadap anak-anak yang dititipkan. 

Polisi menemukan kondisi memprihatinkan, sementara pelaku disebut menggunakan pendekatan keagamaan dan iming-iming sekolah gratis di Mesir untuk mendapat kepercayaan orang tua. Dari 103 anak yang terdaftar, sebanyak 53 anak terindikasi menjadi korban. Kasus ini memicu kekhawatiran masyarakat terhadap pentingnya pengawasan dalam pendidikan dan pengasuhan anak usia dini.

Seorang ibu muda yang saat ini juga bekerja sebagai seorang acounting di sebuah perusahaan property, Mikna (30), mengaku sempat berada dalam situasi dilema ketika harus memilih cara terbaik untuk menitipkan anak di tengah tuntutan pekerjaan. Ia pernah menitipkan anaknya kepada nenek. Menurutnya, daycare selama ini dianggap sebagai solusi yang paling memungkinkan bagi orang tua bekerja. Namun, kasus yang terjadi membuat kepercayaan tersebut goyah.

“Apalagi sekarang daycare itu kan dianggap solusi terbaik buat ibu bekerja. Tapi kalau sampai ada kejadian seperti ini di tempat yang kita percaya, jujur ngeri banget sih, kasihan,” Ujarnya saat ditemui di kantornya, Mertoyudan, Kabupaten Magelang,(07/05/2026) .

Mikna juga menambahkan bahwa secara emosional, banyak orang tua merasa terpukul ketika mendengar adanya dugaan kekerasan di tempat yang seharusnya menjadi ruang aman bagi anak.

“Kalau secara perasaan sih gemes banget ya, sampai pengen marah. Karena kita aja sebagai orang tua kadang kalau ke anak masih ada rasa bersalah kalau terlalu keras,” ujarnya.

Sementara itu, menurut guru inklusif lulusan S1 Psikologi, Rina Nurwahyuni, S.Psi., kasus Daycare Little Aresha ini tidak bisa dilepaskan dari pentingnya lingkungan pengasuhan dalam perkembangan anak.

“Kalau dianalisis dari psikologi pendidikan, itu melihat bagaimana lingkungan pengasuhan mempengaruhi perkembangan emosi, perilaku, dan proses belajar anak,” ujarnya saat dihubungi melalui pertemuan online.

Ia menegaskan bahwa anak usia dini sangat bergantung pada lingkungan sekitarnya dalam membentuk cara mereka merespons emosi dan pengalaman. Dijelaskan bahwa anak belum bisa mengungkapkan perasaan secara verbal. Biasanya mereka menunjukkan lewat perilaku, seperti tantrum, menangis, lari-larian, atau melempar barang. 

Menurut Rina, kondisi tersebut menuntut pendidik maupun pengasuh untuk memiliki pendekatan yang tepat dan tidak terburu-buru dalam merespons perilaku anak.

“Yang pertama itu kita biarkan dulu anak tenang. Setelah dia mulai tenang dan bisa diajak komunikasi, baru kita pelan-pelan dekati dan cari tahu apa yang dia butuhkan,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa pemahaman terhadap karakter anak di rumah sangat penting agar pendekatan di daycare atau sekolah bisa lebih tepat sasaran. Sebagai guru inklusi ketika di sekolah, Rina melakukan assessment ke orang tua supaya mengetahui pola anak di rumah. Hal ini dilakukan agar penanganan di sekolah atau tempat daycare bisa disesuaikan. (Risa/Nasib)

Artikel Menarik Lainnya